Sabtu, 08 Juni 2013

Fairy tale chapter 8 Love me???





Kiara POV


" Ini kan rumah Veon? Kok tidak di padang rumput seperti dulu? Apa pintunya berpindah pindah ya?"

Ahh, aku tidak peduli, sekarang cari Veon dulu. Dia pasti khawatir karena aku menghilang tiba tiba. Kenapa rumah sepi? Veon pasti sedang mencariku kemana mana..

Huftt,,, aku tunggu dia pulang saja.

" hehhmm,, Papa,, mama,,, Kalian pasti shok aku menghilang lagi. Maafkan Kiara ma, pa, Kiara juga tak tahu kenapa Kiara berpindah pindah terus seperti ini."

.....

" Veon???"

" Kamu dimana Ve??" Sepertinya tidak ada di rumah. Aku tunggu saja.

Tapi... Tadi yang memegang tangangku siapa ya? Apa Daniel? Tapi kenapa dia tidak ada disini? Apa cuma perasaanku saja ya?

Veon mana sih.. Lama sekaliiii.


- - - - - - - - - - -


Daniel POV


" Ahh..." Kalung itu bereaksi lagi.

Tanpa pikir panjang aku langsung menggenggam tangan Kiara yang memegang kalung itu. Tepat saat cahaya putih mulai membawa kami ke dunia peri. Aku menyebut nama Caith. Agar kami langsung tiba di dekat Caith, pemegang kunci dunia peri.

" Daniel??" Caith langsung menyapaku saat aku tiba di hadapannya.

Tapi....

Kenapa Kiara tak ada di sampingku??? Dia dimana? Kenapa tak bersamaku disini. Aku belum pernah melewati gerbang bersama orang lain. Jadi aku tak tahu kenapa bisa begini.

" Kenapa wajahmu gelisah begitu daniel?" Caith tampak tak sabar karena aku hanya diam saja sejak tiba disini.

" Aku.. Tadi aku bersama seseorang, tapi kenapa dia tak bersamaku disini."

" APA?" Caith tiba tiba berteriak mengagetkanku yang sedang bingung.

" Kenapa kamu berani mengajak orang asing melewati gerbang antar dunia? Kau bisa di hukum Daniel!" Wajah Caith tampak cemas. Kami bertiga para pemegang kunci, Aku, Caith dan Alden, pemegang kunci dunia gelap memang sudah seperti saudara. Sangat dekat.

" Dia bukan orang asing Caith, sudahlah, nanti saja ku ceritakan. Sekarang kita cari dia dulu."

" Mau mencari kemana? Berkeliling dunia peri? Dunia ini sangat luas daniel, lagipula temanmu itu bisa ada dimana saja."

" Aku juga tahu itu, tapi aku tak bisa hanya diam disini menunggunya pulang." Aku mendudukan diriku di salah satu kursi di taman itu. Entah apa yang sedang di lakukan Caith tadi saat aku kesini. Dia sering sekali berada di taman depan paviliunnya ini. Setiap aku mengunjunginya, dia selalu ada disini.

" Ah, Aku ada ide!" tiba tiba saja Caith berteriak kegirangan. Caith memang mempunyai sifat yang paling berbeda di antara aku dan alden. Dia sedikit kekanak kanakan dan manja. Mungkin karena dia adalah seorang pangeran. Aku sedikit lebih pendiam dan Alden yang paling tegas di antara kami.

" Ide apa?"

" Kita ke duniamu dulu."

" Untuk apa Caith? Kiara ada di dunia peri, bukan di dunia manusia."

" Kiara? Jadi orang asing itu namanya Kiara?"

" Iya." Jawabku pendek.

" Ahh,,, apa dia kekasihmu?? Sampai kau rela melanggar hukum untuk membawanya kesini?" Caith tersenyum jahil kepadaku. Dasar anak ini.

" Bukan. Ayo cari ide lain." Kataku sambil memalingkan muka. Aku tak mau dia melihat wajahku yang bersemu merah karena candaannya.

" Tadi aku belum selesai bicara daniel... Kita ke dunia manusia dulu, lalu kita kembali kesini sambil menyebut nama Kiara, maka kita akan sampai ke hadapan Kiara, benar kan?

" Ahh, benar juga. Bagus, adik kecil." Jawabku balik menggodanya.

" sudah ku bilang jangan panggil aku adik kecil."

" hahahaha." Di antara kami bertiga, Caith memang memiliki tubuh yang paling kecil. Entah bagaimana, kenapa seorang pangeran tubuhnya kurus seperti itu, padahal makanannya sangat terjamin kan.

 " Sudahlah, ayo kita ke duniamu dulu." Caith berkata sambil cemberut.

Aku dan Caith lalu menggenggam liontin bintang milik Caith yang sama persis dengan milikku. Dalam sekejap cahaya putih langsung membawa kami ke dunia manusia.


- - - - - - - - - - - -


Kiara POV


" ahh.. sepertinya ada yang membuka pintu depan, pasti Veon." Aku langsung berlari keluar kamar dan menuju pintu depan. Benar saja, si ganteng berwarna coklat itu tengah berjalan lesu menuju kursi di ruang tamu.

" Veon." Aku memanggilnya dengan nada riang. Kelihatan sekali kalau aku sangatttt senang bisa bertemu dengannya lagi.

Veon menatapku. Dengan wajahnya yang masih terlihat lesu. Lama...

Lalu, dia berjalan mendekat. Masih diam tak mengeluarkan sepatah katapun.

Kemudian....

.... dia......

..... Menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan yang sangat erat. seakan takut aku bisa lepas dan hilang dari hadapannya lagi.

" Jangan pergi dariku lagi." Akhirnya Veon berbicara setelah lama berdiam memelukku.

" Ve?? Kamu kenapa? Aku bahkan tak ada sehari pergi dari sini."

" Ku pikir aku tak tak pernah melihatmu lagi Kiara..."

" Aku juga sempat berpikir begitu." Aku berkata sambil mencoba melepaskan pelukan Veon. Dia memelukku sangat erat sampai aku sulit bernafas.

Tapi bukannya terlepas dia malah memelukku semakin erat.

" Jangan pernah pergi tanpa pamit seperti tadi, kau membuatku hampir mati ketakutan. Bagaimana hidupku jika kamu tak pernah kembali."

" Ve? Ada apa denganmu?" Tingkah Veon benar benar membuatku bingung.

" Aku jatuh cinta padamu Kiara."


- - - - - - - - - - - -


Daniel POV

Kami tiba di kamarku saat cahaya putih itu sudah lenyap.

" Sekarang kita kembali ke dunia peri lagi. Siapa nama pacarmu tadi?" Tanya Caith yang tak bosan menggodaku.

" Kiara. Dan dia bukan pacarku."

Kami berdua kembali menggenggam Liontin itu. Sambil memikirkan Kiara, cahaya putihpun membawa kami ke dunia peri.

Saat kami tiba di dunia peri, entah kami berada di mana. Tapi dapat ku lihat dengan jelas,,,

Kiara..

Sedang berpelukan dengan seseorang..

" Aku jatuh cinta padamu Kiara." Aku berharap telingaku salah dengar. Tapi sepertinya tidak. Melihat keterkejutan di wajah Kiara, sepertinya lelaki itu memang sedang menyatakan cinta pada Kiara. Hal yang seharusnya ku lakukan sejak dulu namun aku terlalu pengecut untuk mengakuinya.

Siapa orang ini.. Ah bukan, dia pasti peri, bukan manusia.

" Veon?" Caith, yang aku bahkan lupa pada keberadaannya, tiba tiba bersuara. Wajahnya terlihat sangat kacau. Antara kaget, bingung dan sedih. Lagipula, siapa yang di panggilnya Veon?

" Kakak?" Lelaki yang memeluk kiara itu langsung melepas pelukannya dan bicara dengan sangat gugup.

Tunggu? kenapa dia memanggil Caith dengan sebutan kakak?

" Apa maksud perkataanmu barusan Ve? Bukankah dia manusia? Kamu jatuh cinta pada manusia?" Tanya Caith dengan intonasi yang sangat tegas.

hening sejenak, Lelaki itu terlihat bingung, Tapi sejurus kemudian tatapannya berubah mantab

" Iya, aku mencintainya kak." Lelaki itu berkata mantap sambil menatap lurus langsung ke mata Caith.

Kiara terlihat bingung dengan apa yang ada di depannya.

Jantungku berdetak tak beraturan. Rasanya menyesakkan melihat orang yang ku cintai berada di pelukan orang lain. Apalagi dia menyatakan cinta pada Kiara.

" Bisakah kalian jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Gadis kecilku itu akhirnya bersuara. Wajahnya penuh dengan tanda tanya.

Tapi...

Kenapa seperti itu?

Kenapa tangan Kiara saling menggenggam dengan tangan Veon.

Apa Kiara juga.....

Menyukai Veon???

Aishhhh

Jantungku benar benar mau meledak!!!


* * * * * * * * * * * * * * * * *

to be continue





Tidak ada komentar:

Posting Komentar